• Rabu, 20 Oktober 2021

Part 1: Hari Kesaktian Pancasila dan Nilai-nilai Keislaman yang Terkandung di Dalamnya

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 18:35 WIB
GARUDA Pancasila.*/DOK. PR
GARUDA Pancasila.*/DOK. PR

BAWAKALEM -- Di awal kemerdekaan terjadi gejolak antara tiga ideologi besar yang ada di Indonesia, Islam, Nasionalis, dan Komunis menjadi tiga kandidat kuat ideologi yang akan digunakan oleh negara yang pada saat itu baru memerdekakan diri.

Tapi dengan diangkatnya Soekarno-Hatta sebagai presiden pertama Indonesia, ini menandakan bahwa Nasionalis berdiri paling depan untuk menjadi Falsafah negara Indonesia pada saat itu.

Pada masa penjajahan oleh Kolonial Belanda, peran besar dipegang oleh para ulama dan Umat Islam yang sangat banyak membantu perjuangan untuk memerdekakan negara dari penjajahan Belanda yang sampai 350 tahun itu, maka Soekarno pada awalnya sepakat dengan peletakan dasar-dasar Islam pada poin pertama pada pancasila, yang sudah kita kenal dengan sebutan "Piagam Jakarta".

"Ketuhanan dengan menjalankan Syari'at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya" Menjadi poin pembuka dan pertama ideologi Pancasila saat itu, ternyata melahirkan gejolak bagi sebagian tokoh yang dirasa itu dianggap tidak mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang heterogen, dan hanya mewadahi mayoritas kaum muslim yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Ingin Disaksikan Malaikat? Coba Amalkan Ini di Hari Jumat

Setelah segala gejolak yang terjadi, Piagam Jakarta akhirnya dihapus dan diganti dengan poin "Ketuhanan Yang Maha Esa", yang kemudian bertahan sampai dengan saat ini. Muncul sebuah pertanyaan apakah Pancasila sekarang masih mengandung nilai-nilai keislaman didalamnya setelah dihapuskan nya Piagam Jakarta? Terjadi kontroversi dalam hal jawaban terkait pertanyaan tersebut. Mari kita bedah poin demi poin dari semua Sila yang ada di dalam Pancasila apakah masih mengandung nilai-nilai keislaman didalamnya atau tidak.

1. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebagai agama dengan mayoritas pemeluknya di Indonesia, maka Pancasila dianggap wajib mewakili suara mayoritas tersebut, tanpa menghilangkan esensi toleransi terhadap agama lain yang dianggap minoritas.

Sila pertama ini diakui atau tidak, sangat mewakili mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, sebagai agama yang mempunyai konsep ketuhanan Monoteistik (Penganut Tuhan yang Tunggal), maka sudah pasti Sila pertama dari Pancasila ini mewakili nilai-nilai keislaman dengan teks "Ketuhanan Yang Maha Esa".

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Letih Dengan Kehidupan Dunia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:29 WIB

Kekuatan Cinta

Senin, 11 Oktober 2021 | 21:59 WIB

Tragedi Tanjakan Emen dan Peristiwa Tragis Tahun 1961

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:01 WIB

Berdamai Dengan Takdir

Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:35 WIB

Ihfadzillah Yahfadzka

Kamis, 23 September 2021 | 11:46 WIB

Jika Tuhan Maha Kuasa, Kenapa Kita Ragu?

Kamis, 23 September 2021 | 10:02 WIB

Shortcut Dzikir

Rabu, 22 September 2021 | 11:00 WIB

Memaknai Hijrah Sebagai Ajang Julid Syar'i

Selasa, 21 September 2021 | 18:30 WIB

Wanita Madrasatul Balad

Minggu, 19 September 2021 | 18:10 WIB

Hakikat Dakwah

Minggu, 19 September 2021 | 11:30 WIB

Cinta dibalik Canda

Sabtu, 18 September 2021 | 17:40 WIB
X