• Rabu, 20 Oktober 2021

Kekuatan Cinta

- Senin, 11 Oktober 2021 | 21:59 WIB
Alasan kenapa cinta selalu membuat mabuk kepayang. (PIXABAY - Candiix)
Alasan kenapa cinta selalu membuat mabuk kepayang. (PIXABAY - Candiix)

MANUSIA tidak bisa lepas dari yang namanya cinta, dia melakukan segala sesuatu karena cinta. Bahkan, ketika seseorang terpaksa melakukan suatu pekerjaan, dengan tujuan mencari uang untuk dirinya sendiri atau untuk memberi nafkah keluarga, secara tidak sadar dia melakukan semua itu karena cinta dan demi kebahagiaan dirinya dan keluarganya.

Cinta merupakan tema yang selalu menarik untuk dibicarakan, karena dia menyangkut diri kita sendiri dan berkaitan dengan apa yang ada di sekitar kita.

Bahkan kitab suci Al-Qur'an banyak menceritakan tentang kisah cinta, seperti kisah Julaikha yang tergila-gila dengan ketampanan Nabi Yusuf AS sampai dia jatuh cinta kepadanya, kemudian karena kecintaan ayah kepada anaknya ada cerita tentang Luqman Al-Hakim yang memberi nasihat yang luar biasa hebat untuk anaknya, bahkan ada cerita tentang kecintaan seseorang terhadap harta, kekuatan, dan kekuasaan seperti Firaun dan Qorun.

Baca Juga: Berdamai Dengan Takdir

Dari cerita di atas, kita bisa melihat seseorang dimabuk cinta, kemudian melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dicintainya, sekalipun hal tesebut adalah suatu perbuatan dosa atau kejahatan.

Penyebab seseorang dimabuk cinta hanya ada dua, yaitu menganggap indah apa yang dicintainya dan keinginan untuk memiliki hal tersebut. Ibnu Qayyim pernah berkata bahwa ketetapan Tuhan dengan hikmah-Nya menciptakan makhluk-Nya dalam kondisi saling mencari apa yang sesuai dengannya. Secara fitrah manusia akan saling tertarik dengan jenisnya, dan juga sebaliknya akan menjauh dari apa yang berbeda dengannya.

Jadi sebetulnya cinta itu adalah apa yang di sekitar kita. Pekerjaan yang kita lakukan, teman bermain, pasangan yang kita pilih, bahkan Tuhan yang kepada-Nya kita tunduk dan setiap saat kita melakukan ritual ibadah adalah cinta dan kebahagiaan itu sendiri.

Baca Juga: Tragedi Tanjakan Emen dan Peristiwa Tragis Tahun 1961

Terakhir, bahkan ibnu sina menjadikan cinta sebagai alat pengobatan. Pada sampul buku The Canon of Medicine, tergambar seorang gadis sedang diperiksa denyut nadinya oleh seorang tabib dan tabib lainnya mempersiapkan obat untuk seorang pemuda. Ilustrasi tersebut melukiskan legenda Ibnu Sina yang pernah mengobati pangeran muda Gurgan di daerah Laut Kaspia. Pemuda ini jatuh sakit, tak seorang pun bisa menyembuhkan.

Halaman:

Editor: Jajang Saepul Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Letih Dengan Kehidupan Dunia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:29 WIB

Kekuatan Cinta

Senin, 11 Oktober 2021 | 21:59 WIB

Tragedi Tanjakan Emen dan Peristiwa Tragis Tahun 1961

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:01 WIB

Berdamai Dengan Takdir

Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:35 WIB

Ihfadzillah Yahfadzka

Kamis, 23 September 2021 | 11:46 WIB

Jika Tuhan Maha Kuasa, Kenapa Kita Ragu?

Kamis, 23 September 2021 | 10:02 WIB

Shortcut Dzikir

Rabu, 22 September 2021 | 11:00 WIB

Memaknai Hijrah Sebagai Ajang Julid Syar'i

Selasa, 21 September 2021 | 18:30 WIB

Wanita Madrasatul Balad

Minggu, 19 September 2021 | 18:10 WIB

Hakikat Dakwah

Minggu, 19 September 2021 | 11:30 WIB

Cinta dibalik Canda

Sabtu, 18 September 2021 | 17:40 WIB
X