• Senin, 27 September 2021

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional, Sudah Tau?

- Rabu, 15 September 2021 | 21:51 WIB
Ilustrasi. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional (Maybank Indonesia)
Ilustrasi. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional (Maybank Indonesia)

BAWAKALEM.COM -- Keberadaan ekonomi syariah di Indonesia ini makin hari menjadi perbincangan masyarakat. Indonesia hari ini sedang giatnya menegakan ekonomi syariah, hal ini bisa dilihat dengan penggabungan bank syariah milik BUMN meliputi bank BNI Syariah, BRI Syariah serta Mandiri Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Namun, masih banyak stigma dari masyarakat antara bank syariah dan bank konvensionel itu tidak ada perbedaan. Lalu sebenarnya apa yang membedakan antara Bank Syari’ah dengan Bank Konvensional?

Dikutip dari laman Bank Muamalat, perbedaan bank syariah serta bank konvensional dilihat dari sisi pengertian bahwa bank syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti prinsip keadilan, kemaslahatan, universalisme, serta tidak mengandung gharar, maysir, riba zalim dan obyek yang haram.

Baca Juga: Warganet Sindir iPhone 13 Yang Baru Dirilis Apple

Sedangkan bank konvensional yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang mana dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran berdasarkan prosedur serta ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam menghimpun serta menyalurkan dana, perbankan syariah menggunakan pelbagai jenis akad, antara lain: akad titipan (wadî’ah yad amânah, wadî’ah yad dhamânah); akad bagi hasil (mudhârabah, musyârakah); akad jual beli (murâbahah, salâm, istishnâ’); akad sewa (ijârah, ijârah wa iqtinâ’, atau ijârah muntahiyah bi al-tamlîk; akad pinjaman (qardh); dan akad dengan pola lainnya (wakâlah, kafâlah, hiwâlah, rahn).

Ilustrasi. Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional (Internet)

Sementara itu dilansir Neliti, dalam penghimpunan, menggunakan akad murâbahah dan salâm. Untuk pembiayaan menggunakan akad mudhârabah muthlaqah dan wadî’ah. Sedangkan dalam bidang jasa menggunakan akad ijârah dan wakâlah yang diimplementasikan dalam bentuk bank garansi.

Baca Juga: Mie Bakso Firman Tasikmalaya, Bakso Legendaris yang Wajib di Coba

Halaman:

Editor: Jajang Saepul Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X