• Selasa, 19 Oktober 2021

Bunda Sulit Atur Anak, Ini Ada Tips Parenting Modern Al Ghazali

- Sabtu, 25 September 2021 | 15:55 WIB
Ilustrasi mendidik anak (Pixabay)
Ilustrasi mendidik anak (Pixabay)



BAWAKALEM.COM -- Di dalam Islam anak merupakan anugerah dan amanah dari Allah SWT yang benar-benar harus kita jaga. Salah satu proses menjaganya adalah dengan memberikan pendidikan yang baik bagi anak, baik pendidikan formal ataupun non formal.

Pada tayangan YouTube NU Online, Ning Imaz Fatimatuz Zahra memaparkan bagaimana parenting atau cara mendidik anak secara islami, dimana dia mengkombinasikan metode kekinian dengan ajaran Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.

"Sebetulnya dalam Ihya itu banyak sekali, ada 16 materi mengenai anjuran dan juga cara mendidik anak. Namun mungkin akan sedikit saya sederhanakan, serta sedikit dikombinasikan dengan parenting modern,” papar Ning Imaz.

Baca Juga: Ikhlaskan Anak Untuk Mencari Ilmu Agama

Imaz menyampaikan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membiasakan anak berbuat baik, melarang kebiasaan buru, serta mengatur serta membuat jadwal segala aktivitas anak. Seperti jadwal makan, tidur, dan aktivitas-aktivitas anak lainnya diatur oleh orang tua, karena anak butuh arahan untuk membiasakan itu.

"Mengkomunikasikannya belum bisa, sehingga kita ini yang harus membacanya yaitu dengan mengatur jadwalnya, dengan memahami polanya, serta mendisiplinkan dia secara perlahan,” lanjut dia.

Poin kedua, menanamkan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti yang baik, agar anak memiliki budi yang luhur. Seperti menanamkan kejujuran, bertutur kata yang baik, memiliki sopan santun, dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama.

"Ini penting sekali, karena kehidupan berteman itu seperti halnya keluarga kedua bagi si anak. Maka memang harus kita kondisikan bahwa ia akan bersama dengan teman-teman yang baik yang akan membawa pengaruh baik pula kepadanya,” sambung Ning Imaz selaku founder @perempuanmengaji.

Baca Juga: Agar Khusyuk Dalam Sholat, Lakukan Hal-hal Berikut ini

Poin ketiga, makanan yang halal dan baik sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sehingga berilah anak makanan yang halal dan baik bagi kesehatannya.

"Keempat, hendaknya orang tua mendahulukan tarbiyah dan ta'dib, mendidik karakter serta akhlaknya dibanding ta'lim atau pendidikan intelektualnya. Karena pendidikan intelektual itu bisa dikejar, namun pendidikan karakter dan pendidikan akhlak jika sudah terlanjur buruk akan sulit dibenahi,” ungkap santri putri Lirboyo Kediri Jawa Timur ini.

Tambahannya adalah dalam proses mendidik anak, anak jangan terlalu ditekan tapi jangan terlalu dibebaskan juga. Orang tua harus paham kapan harus melonggarkan dan mengetatkan aturan terhadap anak.

Poin kelima yaitu ketika orang tua membenarkan kesalahan anak jangan sampai keluar kata-kata kasar dan menghardiknya, tapi lakukanlah dengan lemah lembut dan berikan pengertian yang baik bahwa hal yang dilakukan anak itu keliru.

"Jangan sering menghardik anak atau mengomeli anak, karena semakin sering dimarahi akan membuat anak meremehkan teguran dan juga ringan melakukan keburukan. Jadi memang segala sesuatunya itu harus terukur seperti halnya obat,” papar beliau.

“Jangan memberikan tantangan yang terlalu berat, tapi juga jangan tidak memberikan tantangan, sehingga dia tidak memiliki motivasi. Jadi mendidik ini perlu keseimbangan,” jelasnya.

Selanjutnya yang keenam, proses belajar atau menutut ilmu itu penting, tapi jangan sampai mengekang anak dan melarang anak bermain serta menyuruh anak hanya untuk belajar.

Jika terlalu dikekang seperti itu justru minat belajar anak yang akan hilang, maka orang tua harus mengatur jadwal kapan anak harus main dan kapan waktunya fokus untuk belajar.

"Karena dianggap sebagai problem, belajar itu sulit, belajar itu menekan, belajar itu tidak enak yang akhirnya dia itu tidak mau belajar lagi. Ini akibat dari terlalu menekan dan juga tidak memberikan kesempatan bermain,” tuturnya.

Bahkan, lanjut dia, Al-Ghazali pun menyarankan jika selesai pembelajaran maka anak harus dikasih waktu untuk bermain, asal jangan lalai ketika bermainnya.

Ketujuh, sudah sepatutnya anak jika sudah menginjak usia 7 tahun maka harus mulai dikenalkan dengan tugas dan kewajiban-kewajibannya dalam ibadah, seperti cara berwudhu, bagaimana shalat yang benar, shaum pada Bulan Ramadan.

"Kita mengajarinya secara pelan-pelan, supaya anak terbiasa melakukan kewajibannya sebagai seorang Muslim,” pungkasnya.

Sangat penting mengajarkan dan mengenalkan ilmu-ilmu agama kepada anak sejak dini, sehingga kedepannya anak bisa berpegang teguh kepada norma-norma agama. ***

Editor: Jajang Saepul Hamzah

Sumber: nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Muhammad dan Perubahan Sosial

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Jodoh atau Ajal yang Lebih Dulu Menghampiri?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:24 WIB

Nasihat untuk Para Suami dan Istri

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:28 WIB

Penyebab Iblis Enggan Sujud Kepada Adam AS

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:14 WIB

Tanda-tanda Terjangkit Penyakit Cinta Dunia

Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:23 WIB

Doa Untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi SAW

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Pernikahan-pernikahan Pada Zaman Jahiliyyah

Senin, 4 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Doa Agar Terhindar Dari Kemalasan

Senin, 4 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 11:14 WIB

Terpopuler

X