• Rabu, 20 Oktober 2021

Ini Cara Rasulullah SAW Ajari Anak Nakal dan Membangkang Perintah Orang Tua

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:30 WIB
Ilustrasi. (Pixabay.com) (Rizal Mansor)
Ilustrasi. (Pixabay.com) (Rizal Mansor)

BAWAKALEM -- Anak sebagai karunia Allah SWT untuk sebuah keluarga, sehingga mendidiknya adalah suatu kewajiban bagi kedua orang tuanya. Perlu kesabaran yang ekstra besar terutama jika anak menginjak umur yang mulai aktif bahkan bisa jadi nakal.

Pada saat menginjak usia muda, anak mulai nakal bahkan ada kalanya melawan terhadap perintah orang tuanya, tidak jarang orang tua kemudian tidak sabar dan bisa memarahi anaknya tersebut, padahal hal tersebut tidaklah baik bagi tumbuh kembah si anak tersebut, karena akan menggangu pertumbuhan nya terutama psikologis nya.

Dalam kitab Sunan Abî Dawud, Imam Abu Dawud Sulaiman memasukkan sebuah riwayat menarik tentang Sayyidina Anas dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut riwayatnya:

Baca Juga: Doa Untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi SAW

قَالَ أَنَسٌ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا فَأَرْسَلَنِي يَوْمًا لِحَاجَةٍ فَقُلْتُ وَاللَّهِ لَا أَذْهَبُ وَفِي نَفْسِي أَنْ أَذْهَبَ لِمَا أَمَرَنِي بِهِ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, قَالَ: فَخَرَجْتُ حَتَّى أَمُرَّ عَلَى صِبْيَانٍ وَهُمْ يَلْعَبُونَ فِي السُّوقِ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَابِضٌ بِقَفَايَ مِنْ وَرَائِي فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَضْحَكُ فَقَالَ: يَا أُنَيْسُ اذْهَبْ حَيْثُ أَمَرْتُكَ, قُلْتُ: نَعَمْ أَنَا أَذْهَبُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ أَنَسٌ: وَاللَّهِ لَقَدْ خَدَمْتُهُ سَبْعَ سِنِينَ أَوْ تِسْعَ سِنِينَ مَا عَلِمْتُ قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُ لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا وَلَا لِشَيْءٍ تَرَكْتُ هَلَّا فَعَلْتَ كَذَا وَكَذَا

Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan, aku berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan pergi (mengerjakan perintahnya).’ Padahal diriku sebenarnya ingin pergi melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam kepadaku.”

Anas berkata: “Lalu aku keluar (rumah). Aku melewati sekumpulan anak-anak yang sedang bermain di pasar, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tengkukku dari belakang, aku melihat kepadanya, dan beliau sedang tertawa, kemudian berkata: “Wahai Anas, pergilah sebagaimana yang kuperintahkan padamu (tadi).” Aku menjawab: “Baik, aku akan pergi (melaksanakannya), ya Rasulullah.” 

Baca Juga: Pernikahan-pernikahan Pada Zaman Jahiliyyah

Anas berkata: “Demi Allah, sudah tujuh atau sembilan tahun aku mengabdi kepadanya, aku tidak pernah (mendengarnya mengomentari) kesalahan yang kulakukan dalam mengerjakan sesuatu dengan berkata: “Kenapa kau melakukannya begini dan begini,” atau mengomentari (kelalaianku) melakukan sesuatu dengan berkata: “Kenapa kau tidak melakukan ini dan ini.” (Imam Abu Dawud, Sunan Abî Dawud, Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, tt, juz 4, h. 246-247).

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Sumber: nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Muhammad dan Perubahan Sosial

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Jodoh atau Ajal yang Lebih Dulu Menghampiri?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:24 WIB

Nasihat untuk Para Suami dan Istri

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:28 WIB

Penyebab Iblis Enggan Sujud Kepada Adam AS

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:14 WIB

Tanda-tanda Terjangkit Penyakit Cinta Dunia

Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:23 WIB

Doa Untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi SAW

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Pernikahan-pernikahan Pada Zaman Jahiliyyah

Senin, 4 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Doa Agar Terhindar Dari Kemalasan

Senin, 4 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 11:14 WIB
X