• Sabtu, 13 Agustus 2022

Narsis dan Senang Berbuat Kekerasan Adalah Sifat Orang-orang Jahiliyah

- Senin, 25 Oktober 2021 | 22:51 WIB
Ilustrasi Narsis/sumber muhammadiyah.or.id
Ilustrasi Narsis/sumber muhammadiyah.or.id

BAWAKALEM.COM -- Sebelum Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT, masyarakat arab saat itu terkenal dengan sebutan Jahiliyah. Jahiliyah secara makna adalah bodoh, tapi dalam konteks masyarakat zaman itu jahiliyah bukanlah kebodohan secara harfiah sebagaimana kita pahami dalam ilmu pengetahuan.

"Sebagian besar Masyarakat Arab pada masa itu pandai bersastra dan menulis karya-karya yang bernilai puisi tinggi," papar Abdul Mu'ti mengutip penjelasan ilmuwan Studi Islam Toshihiko Izutsu dan Mustafa A’zami.

Dia pun menjelaskan sambil mengutip Ayat Al-Quran Surat Al-Ahjab ayat 33 sebagai salah satu ayat yang menjelaskan perilaku dan kebiasaan orang-orang jahiliyah pada saat itu.

"Membanggakan kemuliaan dirinya dengan mengaitkan silsilah nenek moyangnya sehingga muncul tribalisme dan ashobiyah yang berlebihan dan membuat orang itu menjadi tidak menghormati orang yang lain karena silsilah keluarga bukan karena amal perbuatannya," sambung Abdul Mu'ti, dikutip dari muhammadiyah.or.id, Senin 25 Oktober 2021.

Baca Juga: PP Persis: Kurang Tegas Pemerintah Jadi Penyebab Menjamurnya Pinjaman Online

Selain itu, pesan yang dia disampaikan pada saat merayakan hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Universitas Muhammadiyah Kudus adalah bagaiman Surat Al-Maidah ayat 50 menjelaskan juga kebiasaan orang-orang Jahiliyah saat itu.

"Hukum jahiliyah itu adalah orang menjadi kuat lebih-lebih karena kemampuan fisiknya, kemampuan bertempur dan menyelesaikan masalah dengan kekuatan fisiknya, bukan karena cara-cara yang sebaik-baiknya yang memang kemudian diubah dalam ajaran agama Islam," lanjut Sekretaris PP Muhammadiyah itu.

Pasca hadirnya Rasulullah SAW dengan risalah-Nya maka sedikit demi sedikit masyarakat jahiliyah mencoba dirubah dan diarahkan menuju masyakat yang Knowledge Society (masyarakat ilmiah) untuk membangun peradaban yang lebih maju, salah satu contoh yang terjadi adalah di Negara Madinah sat itu.

"Masyarakat ilmiah inilah yang diletakkan dasar-dasarnya oleh Nabi Muhammad. Masyarakat yang senantiasa dalam kehidupannya itu mengambil sikap-sikap berdasarkan ilmu sehingga pembeda antara orang berilmu dan orang jahiliyah itu ada pada kemampuannya menggunakan akal dan kemampuannya dalam bertindak secara bijaksana," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lafalkan Doa Ini Agar Pagimu Menjadi Berkah

Minggu, 9 Januari 2022 | 07:40 WIB

Doa Bercermin Sesuai Contoh Nabi SAW

Kamis, 9 Desember 2021 | 19:17 WIB

Berikut Ini 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga

Kamis, 9 Desember 2021 | 08:10 WIB

Doa Ketika Melihat Orang Tertimpa Musibah

Senin, 6 Desember 2021 | 18:06 WIB

Muhammad dan Perubahan Sosial

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Terpopuler

X