• Senin, 27 September 2021

Polda Jabar Ringkus Pelaku Pembuat Kartu Vaksinasi Covid-19 Palsu

- Selasa, 14 September 2021 | 14:54 WIB
Polda Jabar ringkus pelaku pembuat kartu vaksinasi Covid-19 palsu  (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)
Polda Jabar ringkus pelaku pembuat kartu vaksinasi Covid-19 palsu (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)

 

BAWAKALEM -- Polda Jawa Barat berhasil meringkus pelaku pembuat kartu vaksinasi Covid-19 palsu. Pelaku menjalankan aksinya melalui platform media sosial Facebook dengan nama akun Jojo.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, tersangka JR menawarkan pembuatan kartu vaksinasi Covid-19 palsu tanpa harus disuntik vaksin Covid-19.

Dalam praktiknya, pelaku meminta kepada para pelanggannya untuk menyerahkan NIK. Kemudian, pelaku mengakses website Primarycare dan memasukkan data pemesan kartu vaksinasi Covid-19 palsu.

"Cara membuat sertifikat vaksin, pelaku mengakses di website primary care, kemudian JR memasukkan data berupa NIK pemesan, dan pemesan mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa melakukan penyuntikan vaksin," ucap Erdi saat konferensi pers di Gedung Ditlantas Polda Jabar, Selasa, 14 September 2021.

Dari modusnya ini, tersangka sudah membuat sembilan kartu vaksinasi Covid-19 palsu ke berbagai daerah di wilayah Indonesia.

Erdi menyebut, sertifikat ini diperjual belikan dengan harga yang cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp100.000.

"Yang bersangkutan memberikan harga sertifikat vaksin tersebut Rp100.000-Rp 200.000 per sertifikat," kata Edi seperti dikutip Ayobandung.com.

Atas perlakuannya tersebut, pelaku disangkakan dengan pasal-pasal berikut ini:

  • Pasal 62 ayat 1 JO Pasal 9 ayat (1) Huruf C Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
  • Pasal 115 Jo Pasal 65 ayat (2) Undang-undang RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;
  • Pasal 48 ayat (1) JO Pasal 35 Undang-undang RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik
  • Pasal 266 ayat (1) dan atau Pasal 268 ayat (1) KUHP.

"Ancaman kurungan paling tinggi 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp12 miliar," tandasnya.

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Tags

Terkini

X