• Senin, 27 September 2021

Presiden Minta Perguruan Tinggi Fasilitasi Pengembangan Talenta Mahasiswa

- Rabu, 15 September 2021 | 16:41 WIB
Presiden Joko Widodo. (instagram @jokowi)
Presiden Joko Widodo. (instagram @jokowi)

BAWAKALEM -- Presiden Joko Widodo meminta, perguruan tinggi harus memfasilitasi mahasiswanya untuk mengembangkan talenta dan mengubah pola-pola lama agar dapat mengatasi perubahan dunia yang terjadi.

Menurut Presiden, bahwa saat ini Indonesia berada pada transisi perubahan besar dunia yang harus diantisipasi. Karenanya, ia berpesan agar para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memberikan mahasiswa kemerdekaan untuk belajar.

"Belajar kepada siapa saja, belajar kepada praktisi, belajar kepada industri karena sebagian besar nanti akan menjadi praktisi," kata Presiden dalam Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Rabu (15/9).

"Itulah esensi Merdeka Belajar, dimana mahasiswa merdeka untuk belajar. Dan kampus juga memperoleh kemerdekaan untuk berinovasi," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, bahwa sesuai arahan Presiden, para rektor harus terus memberikan dukungan untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan perguruan tinggi.

"Merdeka Belajar Kampus Merdeka bukan perubahan yang kecil, ini perubahan yang besar. Dengan harapan bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan lompat melampaui negara-negara maju," ucap Nadiem yang turut menjadi pembicara dalam pertemuan ini.

Pertemuan Presiden dan Mendikbudristek dengan Rektor PTN (Dok. Humas Mendikbudristek)

Nadiem menjelaskan, mengenai program MBKM yang arahnya dapat diketahui dengan melihat delapan Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu:

  1. Lulusan mendapat pekerjaan yang layak
  2. Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus
  3. Dosen berkegiatan di luar kampus
  4. Praktisi mengajar di dalam kampus
  5. Hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat
  6. Program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia
  7. Kelas yang kolaboratif dan partisipatif
  8. Program studi berstandar internasional

"Dalam program Kampus Merdeka terdapat berbagai bantuan bagi perguruan tinggi untuk mencapai delapan IKU perguruan tinggi. Diketahui bahwa biaya dan sistem regulasi menjadi faktor penghambat jalannya Kampus Merdeka. Oleh karena itu Kemendikbudristek secara proaktif memberikan solusi," jelas Nadiem dalam rilis yang diterima Bawakalem.com.

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Tags

Terkini

X