• Selasa, 19 Oktober 2021

Gagas Ide Minyak Jelantah, Mahasiswa ITB Sabet Runner Up Asean Energy Youth Award 2021

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 18:15 WIB
Ilustrasi Minyak Jelantah (by: KlikDokter)
Ilustrasi Minyak Jelantah (by: KlikDokter)

BAWAKALEM.COM -- Ajang Asean Energy Youth Award 2021 (AEYA 2021) coba dijajal Naffisa Adyan Fekranie. Bermodal ide yang didapat selama pandemi, ia mencoba ikut AEYA kategori poster.

Mahasiswi Oseanografi 2019 ini juga pernah menjadi Asean Youth Organization Ambassador 2021 sehingga semakin memantapkan niatnya untuk berajang di kompetisi tingkat ASEAN.

AEYA 2021 adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asean Center Energy bekerja sama dengan Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO) serta didukung oleh Korean Ministry of Trade, Industry, and Energy and Korea Energy Agency.

Baca Juga: Jembatan Cirahong yang Jadi Lokasi Bunuh Diri

AEYA pertama kali diadakan pada 2020 dan di tahun ini AEYA sudah menginjak tahun ke-2 penyelenggaraannya. Terdapat tiga kategori dalam perlombaan ini di antaranya essai, video, dan poster/infographic.

Pada 2021, AEYA mengangkat tema “Innovation and Creativity Towards Sustainable and Resilient Energy System in ASEAN”. Menyikapi hal ini, Naffisa sontak terpikirkan ide tentang minyak jelantah yang sering terbuang sia-sia padahal dapat mendatangkan manfaat yang besar.

Menurut risetnya, dalam komunitas skala kecil di Indonesia (±1500 rumah) dapat menghasilkan 520 kg minyak jelantah tiap harinya. Oleh karena itu, Naffisa mengusung ide “Uttilizing Eggshell Waste in Advancing Continues Biodiesel Production for Small Communities in ASEAN”.

Baca Juga: Duduki Peringkat Pertama Perolehan Medali PON XX Papua, Ridwan Kamil: Ayo Jabar Mari Kita Gaskeun!

Atau singkatnya, penggunaan kembali minyak jelantah dengan cangkang telur sebagai katalisnya untuk komunitas kecil di ASEAN guna memajukkan produksi biodiesel berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Jajang Saepul Hamzah

Sumber: ITB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X