• Sabtu, 27 November 2021

Persis Kritik Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual dari Mendikbud: Legitimasi Zina dan LGBT

- Rabu, 3 November 2021 | 16:19 WIB
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim / Instagram @nadiemmakarim (Instagram @nadiemmakarim)
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim / Instagram @nadiemmakarim (Instagram @nadiemmakarim)

BANDUNG, BAWAKALEM.COM -- Organisasi masyarakat Persatuan Islam (Persis) mengkritisi aturan terbaru yang dikeluarkan Mendikbud Ristekdikti.

Aturan terbaru yang dikeluarkan Mendikbud menyotal pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Peratuan yang diterbitkan pada pengujung Agustus 2021 itu dikritisi Persis, lantaran memuat poin yang bertendangan dengan undang-undang yang telah ada sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Pejabat Terlibat Bisnis PCR, Fahri Hamzah : Wasit Tidak Boleh Jadi Pemain

Antara lain pada UUD NRI 1946 dan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi.

Poin ini yang disoroti Persis pada peraturan terbaru Mendikbud, terkait tindakan seksual tidak termasuk pelanggaran jika tidak ada persetujuan dari korban.

Menurut mereka, secara logika poin itu tidak secara langsung melegitimasi perbuatan zina dan kaum LGBT yang dianggap legal jika didasari persetujuan bersama.

Baca Juga: Tes Antigen Boleh Jadi Syarat Naik Pesawat, Ketua DPR: Kebijakan Ini Kurangi Beban Masyarakat

Mereka menuangkan kritik untuk Mendikbud pada pernyataan sikap PP PERSIS Nomor 2366/E.2-C.3/PP/2021.

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X