• Sabtu, 27 November 2021

Epidemiolog Nilai Tes PCR untuk Syarat Perjalanan Tidak Punya Dasar Ilmiah

- Jumat, 5 November 2021 | 07:33 WIB
ilustrasi alat tes PCR untuk mendeteksi Covid-19. (Ayobandung.com)
ilustrasi alat tes PCR untuk mendeteksi Covid-19. (Ayobandung.com)

BAWAKALEM.COM -- Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif menilai pemberlakukan tes PCR untuk syarat perjalanan tanpa landasan ilmiah.

Seperti diketahui, pemberlakuan tes PCR dan Antigen dalam dua pekan terakhir ini sebagai syarat perjalanan di masa PPKM mendapat perubahan beberapa kali.

Asalnya pemerintah memaksakan tes PCR wajib bagi semua moda transportasi, hingga turun kebijakan menurunkan harga pengetesan dengan alat tes Covid-19 tersebut.

Namun kebijakan direvisi, alat tes tersebut berlaku untuk penerbangan. Tapi itu pun opsi, masyarakat masih bisa menggunakan alat tes Antigen.

Baca Juga: Manfaat Pisang Bintik Hitam Menurut dr Zaidul Akbar, Bisa Atasi Penyakit Kanker

Syahrizal pun mempertanyakan, mengapa pemerintah sempat memakai alat tes PCR, di saat alat tes Antigen sama-sama berperan mengindentifikasi penularan.

"Syarat administratif prinsipnya masal, tidak memberatkan, mudah, cukup efektif. Maka orang biasa pun tau pilihannya Antigen. Hanya orang tidak cerdas sekali yang pilih PCR," kata dia, menyadur NU Online, Jumat, 5 November 2021.

Karena kebijakan itu memaksakan alias tanpa dasar ilmiah, maka wajar bila asumsi publik curiga bahwa itu hanya berkedok bisnis.

"Nggak punya dasar ilmiah. Atau, orang yang benar-benar kepentingannya bisnis. Nggak ada dasar ilmiahnya, tapi mementingkan duit," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fahri Hamzah Ingatkan Gerindra Bukan Pemilik Fadli Zon

Selasa, 16 November 2021 | 21:13 WIB

Terpopuler

X