• Minggu, 5 Desember 2021

Partai Gelora Minta Jokowi Evaluasi Pejabat Rangkap Pebisnis

- Senin, 8 November 2021 | 05:40 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Twitter)
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Twitter)

BAWAKALEM.COM -- Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi pejabat yang merangkap menjadi pebisnis.

Hal ini, diduga menyindir Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir yang diisukan terlibat dalam bisnis pengadaan alat tes PCR di masa pandemi Covid-19.

Fahri Hamzah mengatakan bahwa dirinya menyoroti para menteri yang seolah tidak memahami cara kerja neagara, kemudian menganggap bahwa pekerjaan negara itu berbisnis.

"Lalu mereka menjadi makelar dgn alasan mempercepat eksekusi kebijakan. Kacaulah semuanya!" ujar Fahri Hamzah lewat Twitter @FahriHamzah2021, Minggu, 7 November 2021.

Dia mengatakan bisa mengungkap banyak contoh perihal ketidakmengertian para pejabat tersebut. Namun, katanya, cukup yang dijadikan contoh yang kini tengah ramai dibahas oleh media massa.

Menurutnya, terlalu kasat mata untuk dibantah bahwa ada orang yang justru memanfaatkan Jokowi yang memiliki cita-cita membantu kesulitan masyarakat.

"Terlalu kasat mata untuk dibantah bahwa di balik cita2 baik bapak dan kesulitan maayarakat, ada yg ambil manfaat sambil menjabat," katanya.

Dia mengatakan, biaya ekonomi tidak saja terdiri dari mark up, suap, dan sogok menyogok seperti dahulu. Kini, seolah ada keharusan untuk melibatkan pejabat dalam perusahaan yang memenangkan izin dan pengadaan.

Momen yang tengah disoroti oleh publik ini, sebut Fahri, baiknya dijadikan pembelajaran. Para "pejabat-pebisnis" mesti dievaluasi.

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Tags

Terkini

Fahri Hamzah Ingatkan Gerindra Bukan Pemilik Fadli Zon

Selasa, 16 November 2021 | 21:13 WIB

Terpopuler

X