• Rabu, 20 Oktober 2021

Kemunculan Neokomunisme Tak Bisa Dianggap Sepele

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 14:05 WIB
Sejarawan Muda Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr. Tiar Anwar Bachtiar - Foto: Henry Lukmanul Hakim
Sejarawan Muda Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr. Tiar Anwar Bachtiar - Foto: Henry Lukmanul Hakim

BAWAKALEM.COM -- Setiap memasuki penghujung akhir September, selalu diperingati peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia 1965 atau lebih dikenal G30S/PKI.

Sejarawan, Tiar Anwar Bachtiar mengatakan, isu kebangkitan neokomunisme berawal dari munculnya ideologi komunisme antara 1948 dan 1965. Adanya perbedaan dengan kondisi sekarang, terutama dalam aspek ekonomi dan politik.

Diawal kemerdekaan, kata dia, kondisi ekonomi Indonesia mengalami fase kebangkitan pasca runtuhnya kolonialisme. Sehingga situasi itu menjadi peluang tumbuhnya paham komunis melalui jargonnya, membela rakyat kecil alias wong cilik.

Baca Juga: Benar atau Tidaknya Tragedi G30S PKI, Gus Baha Tegaskan Bahwa Ajaran PKI Tetap Salah

Tentunya kondisi dulu dengan sekarang itu berbeda, dari segi politik pun dinamikanya masih sangat labil dan masih mencari bentuk idealnya. Berbeda dengan kondisi sekarang yang sudah mapan.

Berdasarkan pengamatan Tiar sebagai sosok yang konsisten menggeluti bidang sejarah pada saat kuliah di Unpad dan UI, ideologi komunis itu bersifat dinamis dan akan menyesuaikan dengan zaman sehingga tampil dengan wajah baru, atau yang dikenal dengan istilah neokomunisme.

Tiar memberikan contoh terhadap kondisi negara Cina yang menampilkan wajah baru komunisme ini. Sistem politiknya memang masih menganut komunisme, tetapi sistem ekonominya menganut faham yang menjadi lawan komunisme sendiri, yaitu kapitalisme.

Baca Juga: Politisi PKS Dorong TVRI Tayangkan Film G-30 S-PKI: Masyarakat Tak Boleh Lupa Sejarah Ini

"Langkah ini menjadikan Cina hari ini sebagai pesaing utama bagi kekuatan ekonomi Amerika," kata Dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI Persis) Garut itu dalam salah satu stasiun tv swasta, belum lama ini.

Halaman:

Editor: Jajang Saepul Hamzah

Sumber: Persis.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaksanaan Sekolah Terbuka di Jabar Banyak Masalah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:20 WIB

Kemunculan Neokomunisme Tak Bisa Dianggap Sepele

Jumat, 1 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Terungkap, Kartosuwiryo Ternyata Tak Bisa Bahasa Arab

Sabtu, 25 September 2021 | 18:28 WIB
X