• Rabu, 20 Oktober 2021

Jenderal Fachrul Razi: HIMA Persis Harus Ikut Berkolaborasi dalam Pembangunan Bangsa

- Senin, 4 Oktober 2021 | 21:00 WIB
 Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi.* /Dok. Kementerian Agama via PRFMNews.id
Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi.* /Dok. Kementerian Agama via PRFMNews.id

BAWAKALEM -- Mantan Menteri Agama tahun 2019-2020 Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, berharap besar kepada Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), dalam mencetak dan melahirkan pemimpin di masa yang akan datang demi membangun peradaban serta mempersiapkan SDM yang unggul.

Harapan itu disampaikan Jenderal Fachrul Razi, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Hima Persis DKI Jakarta, di Graha Wisata Ragunan, Jumat 1 Oktober 2021.

"Mendengar pertama kali mars Hima Persis saja saya sudah tergugah, ada lirik-lirik optimisme membangun sebuah peradaban, dan saya yakin Hima Persis dapat melakukan hal tersebut," ujar Fachrul Razi mengawali.

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Hingga 18 Oktober, Ada Beberapa Aktivitas yang Kembali Beroperasi  

Menurutnya, kader Hima Persis mampu menjadi pemimpin yang cerdas serta dapat mencontoh keteladanan kepemimpinan Rasulullah Saw, sebagai uswah terbaik dengan memberikan contoh bahwa melalui kepemimpinan Rasul yang cerdas serta dengan strategi perang yang baik pada saat perang badar walau dengan jumlah sedikit, namun menuai kemenangan besar.

"Kalau ada saran baik, ikuti. Seperti kejadian di perang Badar. Namun, pemimpin juga harus cerdas, jangan cuma mengikuti saran. Dan terkadang pemimpin juga memiliki kebijakan berbeda, seperti ketika Rasulullah membuat piagam Madinah. Meskipun banyak sahabat yang tidak setuju karena merasa dirugikan, tetapi pada akhirnya poin-poin kesepakatan tersebut lebih menguntungkan untuk perkembangan Islam," jelasnya, dikutip dari laman resmi persis.or.id

Baca Juga: Doa Agar Terhindar Dari Kemalasan

Fachrul Razi juga meminta Hima Persis untuk terus membangun kolaborasi dalam agenda-agenda penting bangsa. Menurutnya, orang-orang Islam mampu mengisi ruang politik dan ekonomi yang berlandaskan Islam.

"Terus kolaborasi dalam agenda-agenda penting pembangunan bangsa, termasuk juga berikhtiar mengisi ruang politik dan ekonomi agar kedua hal ini tidak dipegang oleh orang yang justru nilai keislaman dalam diri mereka rendah," pungkasnya. ***

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Sumber: Persis.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaksanaan Sekolah Terbuka di Jabar Banyak Masalah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:20 WIB

Kemunculan Neokomunisme Tak Bisa Dianggap Sepele

Jumat, 1 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Terungkap, Kartosuwiryo Ternyata Tak Bisa Bahasa Arab

Sabtu, 25 September 2021 | 18:28 WIB
X