• Selasa, 19 Oktober 2021

Al-Kindi, Bapak Filsafat Dunia Islam

- Selasa, 14 September 2021 | 20:45 WIB
Al-Kindi, Bapak Filsafat Dunia Islam (net)
Al-Kindi, Bapak Filsafat Dunia Islam (net)

BAWAKALEM -- Tokoh besar dengan nama lengkap Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq As-Sabah Al-Kindi atau biasa dipanggil oleh orang latin Al-Kindus, lahir pada tahun 801 Masehi berasal dri suku Kindah, salah satu suku besar dijazirah Arab Selatan.

Dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang filsafat, banyak yang menyebutkan bahwa Al-Kindi adalah bapak filsafatnya di dunia Islam.

Perkembangan filsafat di dunia Islam diawali dengan proyek besar pada masa kepemimpinan Bani Abbasiyah, khususnya pada saat kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Khalifah Al-Makmun yang menjadi puncak perkembangan filsafat di dunia Islam.

Dan pada saat itu Al-Kindi adalah pelopor dengan menterjemahkan banyak buku-buku filsafat Yunani, seperti karya-karya dari Aristoteles dan Plotinos.

Al-Kindi berpikir bahwa pada saat itu adalah merupakan refleksi dari doktrin-doktrin yang diperoleh dari sumber-sumber Yunani klasik dan warisan Neo Platonis yang dipadukan dengan keyakinan agama Islam. Pada saat itu Al-Kindi mencoba membuka ruang pembicaraan sebagai upaya pemaduan antara doktrin filsafat dan agama.

Pengetahuan tentang Tuhan bisa disebut sebagai filsafat awal atau filsafat pertama; filsafat yang mewacanakan Al-Haqq sebagai telos yang akan mengakhiri keseluruhan kerja filsafat.

Al-Kindi sendiri membagi akal berdasarkan tiap tahapan sebagai berikut; akal yang selalu aktif (merupakan inti semua akal dan semua objek pengetahuan), akal potensial (akal yang menjamin kesiapan manusia untuk memahami hal-hal yang mungkin rasional dan membutuhkan rangsangan dari luar), akal aktual (akal potensial yang telah keluar dari batas potensial ketika jiwa mulai memahami hal-hal yang rasional dan abstrak) dan akal lahir (akal yang telah serius dalam memahami hal-hal yang rasional dan mengubah sesuatu yang potensial menjadi aktual).

Salah satu cara yang Al-Kindi lakukan dimana kemudian orang menyebut hal tersebut adalah kelebihannya adalah dengan cara menghadirkan filsafat Yunani kepada kaum Muslimin setelah terlebih dahulu mengislamkan pikiran-pikiran asing (Yunani) tersebut.

Dalam artian pendekatan Islamlah yang digunakan dalam menyampaikan pemikiran_pemikiran Yunani tersebut, atau mengkaji pemikiran-pemikiran filsafat Yunani tanpa melepas baju keimanan agama islam. Sehingga filsafat pada saat itu bisa diterima dengan baik oleh kaum muslim.

Dan setelah itu tokoh-tokoh islam banyak bermunculan dan telah memberikan banyak warna dan corak pemikiran dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya ilmu filsafat.

Halaman:

Editor: Muhammad Mujadidi H

Tags

Terkini

Biografi Intelektual Ibnu Rusyd

Senin, 27 September 2021 | 17:36 WIB

Mengenal Filsuf Bekebangsaan Italia: Antonio Gramsci

Kamis, 23 September 2021 | 20:02 WIB

H.O.S Tjokroaminoto, Guru Bangsa Terhebat di Indonesia

Minggu, 19 September 2021 | 14:46 WIB

Belajar Bisnis Dari Bob Sadino

Rabu, 15 September 2021 | 13:32 WIB

Al-Kindi, Bapak Filsafat Dunia Islam

Selasa, 14 September 2021 | 20:45 WIB

Terpopuler

X