• Senin, 27 September 2021

Al-Khawarizmi, Tokoh Muslim Penemu Aljabar dan Angka Nol (780M-850M)

- Rabu, 15 September 2021 | 16:10 WIB
Al-Khawarizmi. (net)
Al-Khawarizmi. (net)

BAWAKALEM -- Nama lengkap tokoh besar muslim ini adalah Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi, atau lebih dikenal dengan panggilan Al-Khawarizmi, bahkan di dunia pendidikan barat tokoh satu ini dipanggil dengan banyak sebutan, sebut saja Al-Cowarizmi, Al-Ahawizmi, Al-Karismi, Al-Goritmi, dan Al-Gorismi.

Al-khawarizmi lahir di Bukhara pada tahun 194 H atau bertepatan dengan 780 M, hanya saja beliau tinggal di Khawarism, Uzbekistan.

Pada saat Al-khawarizmi tinggal di Baghdad kisaran tahun 813-833 masehi, pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah, dibawah pimpinan Khalifah Al-Ma'mun, Al-khawarizmi bergabung menjadi anggota Bayt Al-Hikma Baghdad, yang bergerak untuk meneliti ilmu-ilmu pengetahuan dan terjemah yang didirikan oleh ayah Khalifah Al-Ma'mun.

Pada saat itu, bukan hanya Al-khawarizmi sendiri, tapi muncul beberapa tokoh keilmuan lainnya yaitu Abu Ja'far Muhammad Ibn Musa dan Banu Musa Ibn Shakir.

Mereka menjadi tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan, bahkan mereka digelari tiga serangkai. Mereka fokus meneliti matematika dan ilmu astronomi.

Akan tetapi, Al-khawarizmi mendalami juga ilmu-ilmu yang lain seperti aritmatika, filsafat, logika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah islam, dan kimia.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa Al-khawarizmi termasuk yang mendalami ilmu matematika. Maka saat itu, dia mencoba mengenalkan beberapa cabang ilmu matematika seperti geometri, aritmatika, aljabar, dan lain-lain.

Lewat buku Algebra yang dia tulis, kemudian buku ini menjadi semacam pegangan oleh para matematikawan hingga saat ini. Barangkali itulah yang menjadi salah satu penyebab para sejarawan matematika mengklasifikasikan tulisan Al-khawarizmi sebagai dasar-dasar pengetahuan matematika.

Diskursus Al-khawarizmi pun begitu mempengaruhi pendidikan di dunia barat. Bermula dari Al-khawarizmi menulis buku Aljabar Waalmuqabalah (The Book of Restoring and Balancing) yang kemudian buku itu menjadi awal mula Al-Jabar dalam dunia Islam. Yang digunakan juga di dunia barat untuk objek yang sama.

Bahkan menurut Kasir (1931), kata Aljabar berasal dari tulisan Al-Khwarizmi yang mencantumkan ’al-jab’ sebagai judulnya. Tulisan ini diterjemahkan pada abad ke-XII ke dalam bahasa Latin oleh Gerhard Cremona dan Robert Chester, dimana buku ini digunakan sebagai buku wajib matematika dasar di Eropa hingga abad XVI.

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Tags

Terkini

X