• Rabu, 20 Oktober 2021

Wagub Jabar Hentikan Operasional Pabrik Tepung Tapioka di Karawang

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 14:30 WIB
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum saat menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin, 4 Oktober 2021. (Foto: Biro Adpim Jabar)
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum saat menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin, 4 Oktober 2021. (Foto: Biro Adpim Jabar)

BAWAKALEM -- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin, 4 Oktober 21.

Operasional pabrik skala besar tersebut dihentikan karena dinilai mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya.

Wagub Uu datang bersama polisi lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta kepala dinas lingkungan hidup dari tiga daerah yakni Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta, yang wilayahnya dilewati Sungai Cilamaya.

Baca Juga: HUT TNI ke-76, AHY: Sampai Kapanpun Jiwa Saya Tetap Prajurit

“Hasil komunikasi kami dengan dinas lingkungan hidup, polisi lingkungan hidup, dan juga dengan dinas kabupaten setempat, bersepakat untuk menghentikan sementara operasional (pabrik). Bukan ditutup atau dicabut, tapi hentikan sementara,” ucap Uu, di lokasi pabrik yang disidak, Senin, 4 Oktober 2021.

Akibat pencemaran sungai oleh pabrik tepung tapioka terseut Sungai Cilamaya menjadi berwarna hitam dan berbau, sehingga selain mengganggu ekosistem makhluk hidup juga mengganggu masyarakat sekitar.

“Masyarakat meminta, sampai ‘ceuk orang Sunda mah ngalengis’ atau menangis. Karena memang bau, air tidak bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Rugi Besar Akibat Down Facebok, Instagram dan WhatsApp, Posisi Kekayaan Mark Zuckerberg Langsung Anjlok

Menurutnya, penghentian operasional pabrik ini merupakan langkah lanjutan dari beberapa kali teguran tertulis yang dilayangkan pihak berwenang tapi tidak ditanggapi dengan serius, sehingga ini sudah masuk kategori pelanggaran berat.

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Sumber: Humas Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hujan Petir Bakal Melanda Kota Bandung Hari Ini

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:47 WIB

Cek Jadwal Pengumuman Hasil SKD CPNS 2021 Terbaru

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:46 WIB
X