• Rabu, 20 Oktober 2021

Wakili Indonesia dan Asia Tenggara, Abdul Mu'ti Bicara Soal Kesejahteraan Guru di Vatikan

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 13:35 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat menghadiri forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan. (muhammadiyah.or.id)
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat menghadiri forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan. (muhammadiyah.or.id)

BAWAKALEM -- Bertepatan dengan hari Guru Internasional yang telah ditetapkan UNESCO sejak 1994, pada hari Selasa, 5 Oktober 2021, digelar forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan.

Kegiatan tersebut bertujuan agar menciptakan dunia pendidikan yang inklusif, yang dampaknya harus dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia pada masa yang akan datang.

Bertajuk Religions and Education: Toward a Global Compact on Education, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti hadir mewakili Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Bentuk Edukasi untuk Mencapai Herd Immunity, PPI 45 Rahayu Gelar Gebyar Vaksinasi Massal

Turut hadir juga pemimpin Katolik Dunia Pope Francis, dan Mufti Agung Al-Azhar Syaikh Ahmad Al-Tayyeb, serta hadir 15 tokoh agama dunia yang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti menyampaikan tentang tugas berat yang diemban oleh guru akan tetapi sangat berbanding terbalik dengan keamanan dan kesejahteraan hidup mereka.

“Dengan dedikasi penuh, guru bekerja sepenuh hati untuk siswanya. Untuk dedikasi ini mereka mengorbankan waktu, tenaga, keluarga, dan hidup. Untuk menemui siswa, guru harus tinggal di daerah terpencil dengan fasilitas yang sangat minim. Ada guru di kamp-kamp pengungsi. Ada situasi di mana guru harus mengajar di tengah perang,” kata Mu’ti.

Baca Juga: Meski Ada 29 Kasus Positif Covid-19, PON XX Papua Tetap Berlangsung

“Namun kondisi guru belum sesuai dengan kontribusinya. Guru di banyak negara, dibayar di bawah standar. Ada guru yang hidup dalam kondisi ekonomi yang buruk. Apresiasi kepada guru baik sebagai pribadi maupun profesional masih kurang memuaskan. Guru menjadi korban kekerasan, dihukum, dan sebagainya. Akibat kondisi tersebut, generasi muda kurang berminat menjadi guru,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hujan Petir Bakal Melanda Kota Bandung Hari Ini

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:47 WIB

Cek Jadwal Pengumuman Hasil SKD CPNS 2021 Terbaru

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:46 WIB
X