• Minggu, 5 Desember 2021

Atalia Tegaskan Kegiatan Susur Sungai oleh 11 Santri di Ciamis Bukan Kegiatan Pramuka

- Senin, 18 Oktober 2021 | 10:30 WIB
Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil meninjau lokasi kecelakaan dan keluarga korban kegiatan susur sungai yang menewaskan 11 santri di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 16 Oktober 2021. (Foto: Rizal FS/Biro Adpim Jabar)
Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil meninjau lokasi kecelakaan dan keluarga korban kegiatan susur sungai yang menewaskan 11 santri di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 16 Oktober 2021. (Foto: Rizal FS/Biro Adpim Jabar)

BAWAKALEM -- Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya meninjau langsung lokasi tewasnya 11 santri yang sedang melakukan kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur Dusun Wetan Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Atalia menegaskan, kegiatan susur sungai yang tengah dilakukan para korban saat itu bukanlah kegiatan Pramuka seperti diberitakan, melainkan kegiatan mandiri yang dilakukan secara rutin oleh pihak MTs Harapan Baru Ponpes Cipasung Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, berdasarkan informasi pihak ponpes, kegiatan susur sungai tersebut murni diinisiasi oleh pesantren dengan niat luhur untuk mendidik santriwan dan santriwati untuk mencintai lingkungan salah satunya dengan bersih-bersih sungai.

Baca Juga: Akhlak yang Mulia Adalah Warisan Terbaik Untuk Anak-anak

"Kegiatan ini adalah bukan kegiatan pramuka, karena MTs yang bersangkutan bukan termasuk Gugus Depan, juga tidak melaksanakan ekskul pramuka," ucap Atalia.

"Tapi ini adalah kegiatan panduan mandiri yang dilakukan secara rutin oleh sekolah yang bersangkutan," sambungnya.

Atalia menjelaskan, bahwa Pramuka memiliki pedoman No 277 Tahun 2007 yang mengatur tentang pedoman pelaksanaan dan manajemen resiko kegiatan Pramuka, termasuk di dalamnya kegiatan susur sungai.

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris Pekan ke-8 : Chelsea Kokoh, Manchester United Terjerembab

Adapun berdasarkan Surat Edaran Kwarnas, saat ini pihak Gerakan Pramuka masih menunda segala bentuk kegiatan yang bersifat tatap muka yang menghadirkan banyak peserta, seperti perkemahan, seminar, pelatihan, dan sebagainya, sampai waktu yang ditentukan kemudian.
Bahkan, kegiatan seperti jambore pun saat ini masih dilakukan secara virtual.

Halaman:

Editor: Didit Nurdianto

Sumber: Humas Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X